Pengembangan Pusat Sumber Belajar
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA
MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DI UPT BALAI KONSERVASI TUMBUHAN KEBUN
RAYA PURWODADI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
MAKALAH
untuk memenuhi tugas
matakuliah
Pusat Sumber Belajar
yang dibimbing oleh Ibu
Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd
Oleh
Iva Yuana Putri 120213314498
UNIVERSITAS NEGERI
MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA
INDONESIA
Desember 2014
KATA
PENGANTAR
Segala puja dan puji syukur senantiasa saya panjatkan kepada Allah SWT.
Tuhan Yang Maha Esa pengayom segenap alam yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga dalam penulisan makalah ini saya tidak mengalami kendala
yang berarti hingga terselesaikannya makalah yang saya beri judul “Pengembangan Sumberdaya Manusia untuk
Meningkatkan Pelayanan di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia”.
Pada kesempatan ini, dalam penulisan karya ilmiah ini saya mendapatkan
banyak bantuan dari berbagai pihak, oleh karenanya dari hati yang terdalam saya
juga ingin mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada :
1. Kedua orangtua saya yang selalu
memberikan dukungan kepada saya baik itu berupa dukungan moril maupun dukungan
materil.
2. Ibu Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd
selaku Dosen Mata Kuliah Pusat Sumber Belajar yang telah memberikan bimbingan,
arahan dan masukan baik dalam pembuatan karya ilmiah ini maupun dalam bidang
lainnya.
3. Teman-teman seperjuangan yang juga
selalu memberikan motivasi baik berupa sharing pendapat, motivasi dan hal-hal
lainnya dalam rangka pembuatan karya ilmiah ini.
4. Pihak-pihak terkait lainnya yang
juga turut serta membantu saya dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.
Saya sangat menyadari tidak ada manusia yang sempurna begitu juga dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini, apabila nantinya terdapat kekurangan,
kesalahan dalam karya tulis ilmiah ini, saya selaku penulis sangat berharap
kepada seluruh pihak agar dapat memberikan kritik dan juga saran seperlunya.
Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan
bahan pembelajaran kepada kita semua.
Malang, 03
Desember 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................ 1
1.2 Tujuan Penulisan...................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Singkat Balai Kebun Raya Purwodadi........ 3
2.2 Deskripsi
Aktivitas................................................... 4
2.3 Keunggulan
Perpustakaan LIPI................................ 5
2.4 Kelemahan
Perpustakaan LIPI................................. 5
2.5 Pengembangan
Sumber Daya Manusia.................... 5
BAB
III PENUTUP Kesimpulan..................................................................... 8
LAMPIRAN.............................................................................. 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pusat
Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan secara terpadu berbagai sumber belajar
yang meliputi orang, bahan, peralatan, fasilitas lingkungan, tujuan dan proses.
Secara umum Pusat Sumber Belajar berisi komponen-komponen perpustakaan,
pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi, tempat berlatih mengembangkan
kegiatan program instruksional dan tempat mengembangkan alat-alat bantu dalam
pengembangan sistem instruksional. Dalam kenyatannya, Pusat Sumber Belajar yang
ideal masih sulit ditemui, terlebih di kota-kota kecil, bahkan Pusat Sumber
Belajar ini pun masih langka ditemukan
pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Sumber belajar yang jelas dapat
dilihat masih dalam bentuk perpustakaan yang pada dasarnya merupakan salah satu
komponen Pusat Sumber Belajar itu sendiri. Namun demikian pengelolaan dan
organisasi yang baik akan memberikan tujuan-tujuan lembaga yang optimal pula.
Sebuah organisasi atau lembaga termasuk perpustakaan dikatakan berhasil, apabila kualitas pelayanan yang diberikan kepada pemakainya telah memperoleh pengakuan dari masyarakat yang dilayaninya. Kualitas tersebut dapat dicapai oleh sebuah perpustakaan termasuk perpustakaan khusus, dengan prestasi dan kinerja yang maksimal. Apabila perpustakaan khusus mampu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas kepada masyarakat di lingkungannya, maka secara tidak langsung hal itu merupakan wujud kinerja pengelola perpustakaannya yang berkualitas.
Dengan adanya kinerja pustakawan perpustakaan
khusus yang berkualitas dalam
melayani pemakai, maka tujuan yang telah ditetapkan oleh perpusakaan akan
tercapai. Semakin baik dalam melayani pemakai, semakin tinggi penghargaan yang
akan diberikan kepada perpustakaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut hendaknya
perpustakaan memiliki pustakawan yang berkualitas dan cepat tanggap dengan
kebutuhan pemustakanya. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa, library
is librarian, disini terkandung makna bahwa perpustakaan bukan lagi
merupakan tempat atau aspek fisik saja, tetapi lebih merupakan aktivitas yang
dimotori oleh pustakwannya dalam mengembangkan perpustakaan.
1.2
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan
penjabaran diatas bahwasanya tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
memudahkan pembaca dalam mengetahui dan mengenal Pengembangan Pusat Sumber
Belajar di Perpustakaan khususnya dalam Pengembangan Sumberdaya Manusia. Selain
itu dibuat untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Pusat Sumber
Belajar.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah
Singkat Balai Kebun Raya Purwodadi
IDENTITAS PUSAT
SUMBER BELAJAR
Nama Instansi : UPT Balai
Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Jenis : Lembaga Konservasi
Kepemilikan : Pemerintah
Alamat : Jl. Surabaya- Malang,
Km 65. Purwodadi Pasuruan
Balai Kebun Raya Purwodadi
didirikan atas prakarsa Dr. D.F. Van
Slooten pada tanggal 30 Januari 1941 sebgai pemekaran dari Stasiun Percobaan S’Lands Plantentuin Buitenzorg atau
kebun Raya Bogor. Mula- mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian
tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar
per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak- petak tanaman
koleksi.
Sejak tahun 1980 sebagai tanaman
ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler
dan Pranti. Dalam perkembangan diharapkan Cabang Balai kebun Raya Purwodadi
akan menjadi pusat konservasi dan penelitian
tumbuhan iklim kering di daerah tropis. Kebun Raya Purwodadi merupakan
Unit Pelaksanaan Teknis yang bernaung dibawah dan tanggung jawab kepala Deputi
Ketua LIPI Bidang IPA. Sesuai dengan penjabaran diatas bahwasanya Kebun Raya
Purwodadi merupakan tanggung jawab dari Unit Pelaksana Teknis dan bahwasanya
Kebun Raya Purwodadi merupakan Lembaga yang dikelolah oleh Lembaga
Pemerintahan.
Balai
Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
sebuah lembaga pemerintah. Balai Konservasi terletak di Jalan Surabaya- Malang
Km 65 Purwodadi Pasuruan, terletak di desa Purwodadi, kecamatan Purwodadi,
kabupaten Pasuruan, Balai Konservasi ini terletak di tepi jalan besar yang
menghubungkan 3 kota besar yaitu Malang, Surabaya, Pasuruan.
2.2
Deskripsi
Aktivitas
Kegiatan yang sering dilakukan oleh
Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi LIPI adalah bersifat tentatif
kegiatan seperti Seminar, Lomba, Diskusi, Sarahsehan kegiatan itu akan
dilakukan apabila ada permintaan dari pengunjung atau langsung dari atasan.
Jadi UPT BKT sebenarnya tidak terikat dalam kegiatan tahunan, atau masuk dalam
program kerja selama satu tahun. Tetapi walaupun tidak memiliki program kerja
yang mengikat sebenarnya UPT BKT memiliki beberapa kegiatan rutin tiap hari,
yakni:
a. Kegiatan
Pembelajaran Panduan Ilmiah
Yaitu
siswa dikumpulkan dan diberi penjelasan umum tentang Kebun Raya Purwodadi.
Dalam kegiatan tersebut siswa dibagi menjadi beberapa kelompok maksimal 30
orang perkelompok. Dalam kegiatan tersebut setiap kelompok akan didampingi oleh
satu pembina yang akan mendampingi mereka selama melakukan kegiatan
pembelajaran dengan tarif per-rombongan sebesar Rp.40.000 (Tingkat SD, SMP,
SMA), sedangkan tingkat mahasiswa per-rombongannya dikenakan Rp.50.000 dengan
durasi 1 jam saja.
b. Paket
Pendidikan Lingkungan Tematik
Yaitu
kegiatan pembelajaranyang dilakukan berdasarkan permintaan pengunjung, jadi
mereka akan melakukan kegiatan pembelajaran berdasarkan tema yang telah dipilih
oleh masing-masing kelompok (sekolah), kemudian pihakBalai Konservasi-LIPI
menyediakan dan menfasilitasi mereka dalam melakukan kegiatan pembelajaran
dengan didampingi pembina rombongan dan dengan tarif yang telah
ditentukan.Tarif yang dikenakan per-rombongan sebesar Rp.40.000 (Tingkat SD,
SMP, SMA), sedangkan tingkat mahasiswa per-rombongannya dikenakan Rp.50.000
bisa ditambah jam dengan menambah biaya tambahan pula.
Selain kegiatan yang bersifat
kelompok,Balai Konservasi LIPI juga melakukan kegiatanyang bersifat individu
yaitu Study Literasi. Study Literasi merupakan kegiatan yang
dilakukan Balai Konservasi-LIPI untuk melakukan kunjungan ke Perpustakaan,
selain kunjungan ke Perpustakaan pengunjung juga dapat berkeliling kebun Raya
Purwodadi untuk melihat museum biji, pusat perkembangan tunbuhan, dll. Dalam
kegiatan ini pengunjung tidak didampingi oleh pembina tetapi pengunjung dapat
langsung mencari informasi yang dibutuhkan lewat perpustakaan.
2.3
Keunggulan
Perpustakaan LIPI
1. Menerima
berbagai pengunjung dari berbagai kalangan.
Lembaga Penelitian ini
menerima dan memperbolehkan siapapun, baik itu peneliti atau masyarakat umum
untuk mengunjungi, atau sekedar ingin tahu saja
2. Memiliki
SDM yang kompeten
LIPI merupakan lembaga
pemerintah, untuk dapat menjadi karyawan atau staf dari lembaga ini harus
melalui tahapan tes yang diujikan langsung dari pemerintah, jadi SDM yang ada
di lembaga ini cukup kompeten di bidang masing - masing
3. Pelayanan
bimbingan literasi yang maksimal
Para peneliti yang
membutuhkan informasi dari bahan pustaka untuk kepentingan riset akan dilayani
dan dibimbing untuk mendapatkan bahan yang dicari, serta memberikan rekomendasi
– rekomendasi sebagai altenatif bahan pustaka.
2.4
Kelemahan
Perpustakaan LIPI
1. Kurangnya
tenaga pustakawan
Hal ini membuat
pustakawan tunggal yang bertugas bekerja ekstra jika ada pengunjung atau
peneliti yang membutuhkan pembelajaran intensif
2. Koleksi
di rak kurang tertata
Koleksi di atas rak
buku kurang tertata rapi, hal ini menyebabkan pemandangan terkesan berantakan
dan kurang terawat
3. Kurangnya
promosi untuk perpustakaan LIPI
Perpustakaan LIPI
mempunyai website dan akun sosial media sebagai sarana promosi, namun
kelemahannya jarang di update dan hampir tidak ada informasi kegiatan yang di post di media sosial
2.5
Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Profesi
pustakawan merupakan profesi yang belum populer dikalangan masyarakat kita,
masih kalah populer dengan profesi insinyur, pengacara, bahkan artis
sekalipun. Pilihan profesi pustakawan biasanya merupakan pilihan alternatif, dan tenaga pustakawan dipandang sebelah mata, tenaga
pustakawan merupakan orang buangan. Hal itu semua menjadi penyebab buruknya
citra terhadap profesi pustakawan. Walaupun yang telah kita ketahui, bahwa
tenaga pustakawan merupakan jabatan karir dan jabatan fungsional yang telah
diakui oleh pemerintah dengan terbitnya surat MENPAN nomor 132 tahun
2002.
Dengan melihat permasalahan
tersebut di atas mau tidak mau perpustakaan khusus harus membekali tenaga pustakawannya untuk dapat bersikap profesional
dalam memberikan pelayanannya. Dalam melakukan pelayanan kepada pemustaka,
pustakawan harus membuat pemustaka merasa diistimewakan dan merasa penting karena dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pemustaka harus
berorientasi kepada kepentingan pemustaka. Upaya dalam memberikan pelayanan yang terbaik dapat diwujudkan apabila
pustakawan dapat menonjolkan kemampuan sikap, penampilan, perhatian dan
tindakan, juga tanggungjawab yang baik. Dalam meningkatkan kinerja dan kualitas
layanan pustakawan dituntut bersikap profesional. Sikap profesionalisme
tenaga pustakawan yang perlu diperhatikan adalah kepribadian pustakawan,
kompetensi pustakawan, dan kecakapan pustakawan. Melihat kebutuhan
tersebut, tuntutan bagi pustakawan adalah menjadi tenaga
pustakawan ideal.
Penanganan perpustakaan khusus
memerlukan seorang “ahli” dalam bidang/subyek yang ditangani. Hal ini akan
mempermudah perpustakaan dalam memberikan apa yang menjadi tuntutan dan
kebutuhan pemakainya. Untuk itu biasanya dalam perpustakaan khusus ini
dibutuhkan seorang pustakawan yang mengerti dan paham akan bidang kerja/bidang
yang ditangani oleh lembaga induknya. Sehingga kebutuhan akan “pustakawan
khusus” adalah penting.
Perpustakaan yang baik memiliki
pustakawan yang berkualitas dan profesionalisme dalam bidang yang ditekuninya. Dalam
menjalankan fungsi dan melakukan pelayanan kepada pemustaka perpustakaan LIPI
dikelolah oleh seorang pustakawan. Saat ini perpustakaan hanya memiliki seorang
pustakawan. Untuk menjalankan tugasnya yaitu sebagai kepala dan petugas jelas
hal itu tidak dapat dilakukan seorang diri. Selain itu layanan yang menuntut
pustakawan untuk membimbing, membina, dan melakukan pengajaran jelas hal ini
tidak dapat dilakukan.
Pengembangan pustakawan ke depan
diharapkan dapat menjadikan pustakawan itu tidak hanya sebagai pustakawan biasa
saja namun mempunyai fungsi sebagai information mediator, information expert, dan information manager . Sebagai information
mediator, pustakawan diharapkan sebagai penghubung antara peminta informasi
(user) dengan sumber-sumber informasi, serta membantu pengguna dalam temu
kembali informasi. Sebagai information expert, pustakawan
diharapkan mampu berinteraksi dengan teknisi informasi seperti programmer dan web
designer di dalam pengembanganinformasi. Dia juga harus mengenal semua
aspek-aspek informasi. Akhirnya, sebagai information manager,
pustakawan harus mengenal berbagai macam pengelolaan bisnis yang berhubungan
dengan perpustakaan.
Pengembangan Sumberdaya Manusia yang dapat
dilakukan yaitu berupa:
1. Perlunya pendidikan bagi
teknisi perpustakaan (fungsional keterampilan/asisten pustakawan), dan tenaga
profesional perpustakaan (fungsional keahlian/pustakawan),
2. Pengembangan prefesi
kepustakawanan deugan menghadiri seminar, diskusi ilmiah, lokakarya, membuat
karya tulis, dan sejenisnya,
3. Pelatihan penguasaan
teknologi informasi,
4. Penambahan tenaga
Pustakawan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan secara prima.
Dari uraian di atas dapat
dikatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia perpustakaan sangat perlu
dilakukan dengan melakukan pola pembinaan SDM yang berkelanjutan mengenai
pengetahuan dan keterampilan di bidang perpustakaan dan teknologi informasi.
Sesungguhnya dunia
perpustakaan sangat erat dengan bidang lain seperti informasi dan komputer, sehingga
seringkali kita mendengar kedua istilah itu digabung menjadi perpustakaan dan
informasi. Untuk itu, maka para pustakawan sudah saatnya untuk mengetahui
bidang-bidang lain tersebut selain bidang perpustakaan. Dengan melakukan hal
itu diharapkan keprofesionalisme pustakawan menjadi lebih meningkat.
BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan penjabaran
diatas bahwasanya pengembangan sumber daya manusia
perpustakaan sangat perlu dilakukan dengan melakukan pola pembinaan SDM yang
berkelanjutan mengenai pengetahuan dan keterampilan di bidang perpustakaan dan
teknologi informasi.
Sesungguhnya dunia
perpustakaan sangat erat dengan bidang lain seperti informasi dan komputer,
sehingga seringkali kita mendengar kedua istilah itu digabung menjadi
perpustakaan dan informasi. Untuk itu, maka para pustakawan sudah saatnya untuk
mengetahui bidang-bidang lain tersebut selain bidang perpustakaan. Dengan
melakukan hal itu diharapkan keprofesionalisme pustakawan menjadi lebih
meningkat.
Dokumen ini dapat di unduh disini,
Makalah
PowerPoint
Dokumen ini dapat di unduh disini,
Makalah
PowerPoint
Video Presentasi



4 komentar
makasih Princess infonya :D
BalasHapussaya mau tanya ya.. menurut saya yg lewat setiap dua minggu sekali di Balai Konservasi ini sepi-sepi saja. bagaimana menurut hemat Anda, cara mempromosikan Balai Konservasi ini tetapi tidak lewat web? media lainnya mungkin, bagaimana?
terimakasih infonya.
BalasHapusdisini saya tidak bertanya, tapi berkomentar.
menurut anda diatas "Penambahan tenaga Pustakawan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan secara prima."
kalau menurut saya hal tersebut tidak perlu dilakukan, karena akan terjadi pemborosan. hanya kompetensinya saja yang harus ditingkatkan.
terimakasih sebelummnya.
Ridha : terimakasih sudah mampir ke blog saya :D
BalasHapusiya memang di Balai Konservasi Purwodadi tidak setiap hari ramai pengunjung, karena walaupun lembaga ini memiliki kegiatan rutin setiap hari, tetap saja tergantung dari permintaan pengunjung/sekolah yang menginginkan pembelajaran.
menurut saya cara yang tepat untuk mempromosikan Balai Konservasi ini yaitu dengan cara melalui orang (dari mulut ke mulut), brosur, pamflet, media periklanan (koran, majalah, tv, radio), atau kegiatan terbuka/open days/evening (hari-hari yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengobservasi kegiatan) yang ada di Balai Konservasi ini.
Arfan : Terimakasih atas sarannya :D
BalasHapussaya akan meluruskan tentang "Penambahan tenaga Pustakawan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan secara prima."
penambahan tenaga pustakawan ini perlu karena di LIPI Purwodadi hanya ada satu pustakawan. Hal ini membuat pustakawan tunggal yang bertugas bekerja ekstra jika ada pengunjung atau peneliti yang membutuhkan pembelajaran intensif. karena pengunjung tidak hanya satu, tetapi berkelompok (30 orang perkelompok). penambahan pustakawan ini untuk menghindari kerja pustakawan yang kurang optimal, yang mungkin kewalahan karena banyaknya pengunjung.