Kuliah Tamu

by - 01.31


MENITI JALAN KEPUSTAKAWANAN
Oleh Bapak Blasius Sudarsono


Kronologi
  • Merancang angan
  • Terhambat di awal jalan cita
  • Mengenal profesi pustakawan
  • Mencari legitimasi
  • Mulai juga mengajar
  • Menerapkan komputer
  • Memimpin lembaga
  • Merumuskan dasar berpikir
  • Tetap belajar hingga kini
  • Saran bacaan
  • Epilog


DRIYARKARA  --> PRIBADI & KEPRIBADIAN


- Pribadi manusia supaya betul-betul menjadi Pribadi harus menjadi Kepribadian. 
- Pribadi yang tidak menjadi kepribadian itu merupakan pribadi yang terjerumus, pribadi yang tidak setia terhadap Tuhan, terhadap masyarakat dan dirinya sendiri, pribadi yang kehilangan keluhuran dan kehormatannya. 
- Kepribadian adalah perkembangan dari Pribadi. Perkembangan yang betul-betul menjalankan kedaulatan dan kekuasaannya atas dirinya sendiri dan tidak dijajah oleh kenafsuan-kenafsuan, dan dunia material.
- Jika ini tercapai maka Pribadi betul-betul ”bersemayam” dalam dirinya sendiri. 


PUSTAKAWAN --> KEPUSTAKAWANAN

  • Pustakawan supaya betul-betul menjadi Pustakawan  harus menjadi dan memiliki Kepustakawanan.
  • Pustakawan yang tidak menjadi dan memiliki kepustakawanan itu merupakan pustakawan yang terjerumus, Pustakawan yang tidak setia terhadap Tuhan, terhadap masyarakat dan dirinya sendiri, Pustakawan yang kehilangan keluhuran dan kehormatannya. 
  • Kepustakawanan adalah perkembangan dari Pustaka-wan. Perkembangan yang betul-betul menjalankan kedaulatan dan kekuasaannya atas dirinya sendiri dan tidak dijajah oleh kenafsuan-kenafsuan, dan dunia material. 
  • Jika ini tercapai maka Pustakawan betul-betul ”bersemayam” dalam dirinya sendiri.  
KERANGKA ARSITEKTUR KEPUSTAKAWANAN
a.    EMPAT PILAR PENYANGGA
  Kepustakawanan adalah panggilan hidup
  Kepustakawanan adalah semangat hidup
  Kepustakawanan adalah karya pelayanan
  Kepustakawanan adalah profesional
b.    LIMA DAYA UTAMA
  Berpikir kritis, analitis, dan kritis
  Berkemampuan membaca
  Berkemampuan menulis
  Berkemampuan wira usaha
  Menjunjung tinggi etika
    c.  TIGA SASARAN ANTARA
          1.  Menjadi cerdas (Bright)
2.  Menjadi kaya (Rich)
3.  Menjadi benar (Right)
    d.  TUJUAN AKHIR
Manusia PARIPURNA berguna bagi semua

INTERAKSI ANTARA KEMAUAN DAN KEMAMPUAN
1.  Kemauan dijiwai filsafat kepustakawanan
2.  Kemampuan berfondasi pada logika dokumentasi

LOGIKA DOKUMENTASI 
1.  Pada awal mula adalah kehendak manusia untuk mengekspresikan apa yang dipikirkan dan atau dirasakannya (1992) 
2.  Jika ada pihak lain yang berada pada tempat dan waktu yang sama maka ekspresi itu menjadi komunikasi.
3.  Jika tidak ada pihak yang menerima ekspresi itu pada saat yang sama, maka perlu upaya untuk menyimpan sementara ekspresi itu, agar dapat disampaikan kemudian.
4. Simpanan atau rekaman sementara ini untuk waktu yang tak berhingga menjadi simpanan atau rekaman abadi.
5. Dengan kata lain penggal waktu ”sementara” itu menjadi ”tak berhingga” adalah konsep abadi.
6. Maka proses dokumentasi dapat juga dikatakan sebagai proses pengabadian
 
DOKUMENTASI ADALAH
1. Proses siklus. Objek maya didokumentasikan menjadi objek nyata atau digital. Objek nyata didokumen nyata lain atau digital (menggunakan tik). Proses ini berulang-ulang.
2.  Langkah dalam penciptaan pengetahuan dan ilmu.
3.  Simulasi kerja otak.
4.  Fungsi yang harus dilakukan oleh semua orang.
5.  Kegiatan mengeksplisitkan pengetahuan taksit dan mengelola pengetahuan terekam (eksplisit).

KAPPA SIGMA KAPPA INDONESIA (2012) 
1.  Profesi pustakawan akan diakui sejajar dengan profesi lain jika dan hanya jika Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IP&I) juga diakui sejajar dengan ilmu lain. 
2. Oleh karena itu studi dan pengembangan IP&I serta penerapannya adalah keniscayaan. 
3. Dibentuk oleh dan bagi pribadi yang sadar akan tangung jawab untuk ikut melakukan upaya pembelajaran berkesinambungan guna mengembangkan kepustakawanan Indonesia. 
4.  Dimaksudkan sebagai komunitas pemelihara semangat belajar berkesinambungan dan penumbuh rasa bangga setiap anggota atas IP & I, sehingga dapat menghasilkan pemikiran mendalam maupun konsep pengembangan kepustakawanan Indonesia.

You May Also Like

0 komentar